Namun, kenaikan harga tertahan oleh lemahnya ekspor, di mana survei kargo menunjukkan pengiriman minyak sawit Malaysia pada Januari turun antara 12,3 persen hingga 20,1 persen.
Selain itu, Indonesia—sebagai produsen terbesar—menurunkan harga referensi minyak sawit mentah (CPO) untuk Februari menjadi USD955,44 per metrik ton dari USD1.059,54 pada Januari.
Pajak ekspor untuk Februari juga dipangkas menjadi USD124 per ton, turun dari USD178 pada bulan sebelumnya.
Proyeksi Sepekan
Meskipun demikian, futures CPO diperkirakan memiliki bias penurunan pada pekan ini, seiring dengan permintaan ekspor yang lesu.
Trader minyak kelapa sawit David Ng mencatat permintaan ekspor CPO yang lemah, terutama dari India, akibat berkurangnya daya saing dibandingkan minyak nabati pesaing lainnya.