Meski demikian, ia menilai harga tidak akan bertahan lama di level rendah, mengingat kinerja ekspor minyak sawit Malaysia yang belakangan menunjukkan penguatan.
David memperkirakan futures CPO mendapat support di atas level 4.100 ringgit per ton, dengan area resistance di sekitar 4.250 ringgit per ton.
Meski terkoreksi, pasar masih berada di jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, dengan penguatan lebih dari 2,53 persen di pekan ini.
Kenaikan tersebut didorong ekspektasi permintaan yang lebih kuat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek dan Ramadan pada Februari, di tengah pasokan jangka pendek yang kian ketat.
Produksi minyak sawit pada Januari diperkirakan turun 15-17 persen akibat faktor musiman. Dari sisi permintaan, survei pengapalan menunjukkan ekspor pada periode 1-20 Januari naik 8,6-11,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya, memperkuat sinyal perbaikan kinerja ekspor.