Wall Street juga mulai memperhitungkan kemungkinan gangguan terhadap pelayaran di Timur Tengah berlanjut hingga 2027. Goldman Sachs, HSBC, dan sejumlah bank lainnya menaikkan proyeksi harga minyak mentah untuk sisa 2026 dan 2027.
Data Kpler yang dirilis pada Selasa menunjukkan jumlah kapal komoditas yang melintas di Selat Hormuz turun menjadi tujuh kapal pada Senin, dari delapan kapal sehari sebelumnya.
Sebelum AS dan Israel menyerang Iran pada Februari, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz. (Aldo Fernando)