Data tersebut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve (The Fed) berpotensi mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Penguatan dolar cenderung membebani harga minyak karena membuat komoditas tersebut menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Di sisi geopolitik, pasar masih mencermati negosiasi antara AS dan Iran.
Presiden AS Donald Trump menyebut pembicaraan kedua negara telah memasuki tahap akhir, meskipun belum ada rincian lebih lanjut. Iran juga mengakui proses negosiasi masih berlangsung, tetapi belum menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Meski konflik antara Israel dan Hizbullah masih berlanjut, intensitas pertempuran dilaporkan mulai berkurang. Kondisi ini membuat pelaku pasar menilai risiko gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah tidak sebesar yang sebelumnya dikhawatirkan.
Secara teknikal, FXEmpire memperkirakan WTI tengah berupaya menembus area support USD91,00-USD91,50 per barel.