Jika tekanan jual berlanjut dan level tersebut ditembus secara meyakinkan, harga WTI berpotensi turun menuju support berikutnya di kisaran USD85,00-USD85,50 per barel.
Sebaliknya, untuk kembali membangun momentum kenaikan yang berkelanjutan, WTI perlu menembus area resistance USD97,00-USD97,50 per barel.
Sementara itu, Brent saat ini menghadapi support terdekat di area USD91,00-USD91,50 per barel.
Jika level tersebut gagal bertahan, harga Brent berpotensi melanjutkan koreksi menuju kisaran USD86,00-USD86,50 per barel, yang merupakan area terendah sejak April lalu. (Aldo Fernando)