Menurutnya, pelaku pasar mulai menyesuaikan kembali posisi mereka.
"Posisi investor di pasar minyak sebelumnya didominasi posisi short ketika situasi di Timur Tengah mulai memburuk pekan ini. Namun, laju kenaikan mulai melambat setelah investor yang mengalami kerugian akibat reli harga menutup sebagian posisi short mereka pada awal pekan," ujar Hayden-Briffett, dikutip Reuters.
Pada Rabu, harga Brent ditutup di level tertinggi sejak 12 Juni, sedangkan WTI mencapai level tertinggi sejak 15 Juni.
Gencatan senjata yang rapuh pada Juni kini telah runtuh, sehingga mengganggu arus distribusi energi melalui Selat Hormuz, jalur yang sebelum perang menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia setiap hari.
Tiga sumber Reuters menyebut Iran telah meminta kelompok Houthi di Yaman bersiap menutup jalur ekspor minyak di Laut Merah apabila Amerika Serikat menyerang infrastruktur kelistrikan Iran.
Pada pekan ini, Presiden AS Donald Trump kembali mengulangi ancamannya untuk menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran.