Pada Rabu, AS menyerang sistem pertahanan pantai dan lokasi rudal Iran setelah kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan negara tersebut.
Sebagai respons, Teheran mengancam menghentikan lebih banyak ekspor energi dari kawasan dan menyatakan tengah menghadapi "perang untuk mempertahankan eksistensi" melawan Amerika Serikat.
Iran dan AS kembali saling melancarkan serangan yang lebih intensif pada Kamis, sehingga menopang harga minyak.
Namun, kenaikan harga tertahan setelah Iran membebaskan seorang warga negara AS, yang dinilai membuka peluang untuk mencegah pecahnya kembali perang berskala penuh.
Di sisi pasokan, ekspor minyak mentah Irak meningkat tajam.
Berdasarkan data Kpler dan sumber yang mengetahui langsung arus pengiriman tersebut, pemuatan minyak mentah Irak melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi rata-rata sekitar 1,2 juta barel per hari pada paruh pertama Juli, seiring percepatan ekspor setelah berbulan-bulan mengalami pembatasan pengiriman. (Aldo Fernando)