Indikasi kenaikan lebih lanjut akan berdampak menekan pasar minyak dan semakin membuat pasar khawatir akan kondisi ekonomi akan memburuk tahun ini di tengah suku bunga yang lebih tinggi.
Dolar menguat di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga minggu ini, yang juga menekan harga minyak dan harga komoditas lain yang diperdagangkan dengan mata uang tersebut.
Di luar The Fed, fokus minggu ini juga tertuju pada Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of Japan. ECB juga secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Kamis (27/7/2023), meskipun bank Eropa baru-baru ini mengisyaratkan bahwa siklus kenaikan suku bunga sudah dekat.
Kebijakan moneter yang lebih ketat akan menekan aktivitas ekonomi dan pada gilirannya merugikan permintaan minyak. Pengetatan ini sangat menekan harga minyak selama setahun terakhir.
Pasar minyak juga menunggu tindakan lebih lanjut dari China untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Sebagai negara importir minyak mentah terbesar dunia, data terbaru menunjukkan pemulihan ekonomi China kehabisan tenaga pada kuartal kedua tahun ini.