AALI
8250
ABBA
214
ABDA
6025
ABMM
3960
ACES
610
ACST
176
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
715
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
3960
AGAR
292
AGII
2350
AGRO
550
AGRO-R
0
AGRS
90
AHAP
85
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
164
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1635
AKRA
1350
AKSI
316
ALDO
655
ALKA
290
ALMI
392
ALTO
181
Market Watch
Last updated : 2022/09/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.58
0.21%
+1.10
IHSG
7040.80
0.07%
+4.60
LQ45
1011.48
0.24%
+2.44
HSI
17222.83
0.33%
+56.96
N225
25937.21
-1.84%
-484.84
NYSE
13608.29
-1.63%
-224.91
Kurs
HKD/IDR 1,939
USD/IDR 15,260
Emas
819,860 / gram

Harga Saham Allo Bank (BBHI) Anjlok, Bagaimana Nasib Laba Bukalapak?

MARKET NEWS
Melati Kristina - Riset
Rabu, 21 September 2022 18:09 WIB
Harga saham bank digital Allo Bank (BBHI) terus ambles selama bulan September. Bagaimana nasib Bukalapak (BUKA) sebagai pemegang saham BBHI?
Harga Saham Allo Bank (BBHI) Anjlok, Bagaimana Nasib Laba Bukalapak? (Foto: MNC Media)
Harga Saham Allo Bank (BBHI) Anjlok, Bagaimana Nasib Laba Bukalapak? (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Saham emiten bank digital, PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) kembali anjlok pada penutupan Rabu (21/9) setelah menyentuh auto reject bawah (ARB) dalam dua hari beruntun.

Adapun Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, harga saham BBHI ambles di angka minus 4,44 persen pada penutupan Rabu (21/9). Menurut data tersebut, harga saham BBHI melemah menjadi Rp2.370/saham.

Sebelumnya, saham bank digital milik CT Corp ini ditutup anjlok hingga ARB dengan minus 6,99 persen dan minus 6,77 persen pada perdagangan Senin (19/9) dan Selasa (20/2).

Selain itu, sepanjang bulan September, saham emiten ini hanya menghijau pada perdagangan Selasa (13/9). Sisanya, harga saham emiten ini selalu berada di zona merah, dengan penurunan harga saham dalam sebulan terakhir mencapai minus 33,05 persen.

Sejak CT Corp meluncurkan bank digital pada 20 Mei 2022 lalu, harga saham BBHI terus merosot hingga minus 53,07 persen. Informasi saja, pada perdagangan 20 Mei 2022 harga saham BBHI mencapai Rp5.050/saham.

Dampak ke Rapor Bukalapak

Merosotnya saham BBHI berdampak terhadap rapor keuangan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). Pasalnya, emiten teknologi tersebut menjadi pemegang saham BBHI dengan kepemilikan per 31 Agustus 2022 mencapai 11,49 persen dan menyajikan laba nilai
investasi sebagai komponen laba usaha.

Informasi saja, BUKA melakukan investasi di BBHI melalui right issue pada Januari 2022 lalu. Emiten ini membeli saham BBHI sebanyak 2,49 miliar saham atau senilai Rp1,19 triliun.

Sebagaimana dilaporkan dalam laporan keuangan BUKA di triwulan I-2022, laba dari investasi yang belum dan sudah terealisasi emiten ini di periode tersebut mencapai Rp15,49 triliun.

Laba dari investasi di saham BBHI tersebut menjadi pembeda paling kentara untuk bottom line (atau pos laba-rugi) Bukalapak.

Ini terlihat, misalnya, dari rasio laba dari investasi terhadap laba usaha perseroan yang mencapai 107,43 persen.

Menurut laporan keuangan BUKA, laba usaha BUKA pada triwulan I tahun ini hanya mencapai Rp14,42 triliun. Sementara pendapatan emiten ini di periode tersebut ‘hanya’ Rp787,92 miliar.

Setelah dikurangi sejumlah pos, laba dari hasil investasi itu pada akhirnya membuat laba bersih BUKA menembus angka Rp14,55 triliun pada 3 bulan pertama 2022. Padahal, pada kuartal I 2021, BUKA masih menanggung rugi bersih Rp323,25 miliar.

Seiring turunnya harga saham BBHI, perolehan laba dari investasi yang belum dan sudah terealisasi BUKA juga ikut merosot. 

Pada semester I-2022, BUKA mencatatkan laba dari investasi yang belum dan sudah terealisasi sebesar Rp9,79 triliun dengan rasio terhadap laba usaha perseroan mencapai 113,79 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kuartal I di atas.

Sementara, laba bersih BUKA tercatat sebesar Rp8,59 triliun pada paruh pertama 2022. (Lihat tabel di bawah ini.)

Sumber: RTI 

Penjelasan Manajemen soal Laba dari Investasi

Dalam surat Bukalapak yang ditujukan kepada BEI per 17 Mei 2022, Corporate Secretary Bukalapak, Perdana Saputro menyebutkan, investasi BUKA di BBHI merupakan bagian dari kegiatan bisnis operasi yang mendukung bisnis utama perseroan.

"Hal ini sejalan dengan perubahan Penggunaan dana IPO yang telah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),” tulisnya.

Adapun, jelas Perdana, perseroan menyajikan laba nilai investasi sebagai komponen laba usaha dan bukan setelah laba usaha dan menjadi komponen laba (rugi) sebelum pajak berdasarkan pedoman akuntansi PSAK 1.

Dalam surat yang berbeda, dikutip dalam surat Bukalapak kepada BEI pada 11 Mei 2022, manajemen menjelaskan kepada pihak bursa, kepemilikan BUKA atas investasi pada saham tercatat di bursa kurang dari 20% (yakni BBHI).

Dan hal itu, jelas pihak BUKA, tidak memiliki pengaruh signifikan termasuk posisi manajemen kunci di investasi-investasi tersebut.

“Oleh sebab itu Perseroan mengakui dan menyajikan investasi tersebut sesuai dengan PSAK 71/IFRS 9, yaitu disajikan sebagai aset keuangan yang disajikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan disajikan sebagai jangka pendek sesuai dengan PSAK 1/ IFRS 1,” beber manajemen.

Informasi saja, terdapat periode lock up pada investasi BUKA di BBHI, yakni selama minimal 3 tahun sejak tanggal pencatatan saham pada rights issue Januari lalu.

“Akan tetapi keberadaaan lock up tidak mengubah penyajian laba yang belum terealisasi dalam laporan keuangan perseroan,” tulis Perdana.

Asal tahu saja, periode lock up adalah masa ketika investor tidak diizinkan untuk menjual saham dari investasi tertentu.

Periset: Melati Kristina

(ADF)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD