Persediaan tembaga di gudang-gudang yang dipantau SHFE turun lebih dari 24 persen sepanjang pekan ini menjadi hanya 33.848 ton. Angka tersebut merupakan level terendah dalam hampir tiga tahun.
Premi tembaga Yangshan yang menjadi salah satu indikator permintaan impor di China juga meningkat menjadi USD210 per ton pada Kamis. Angka tersebut menyamai rekor tertinggi sepanjang masa.
Kondisi ini terjadi ketika fasilitas peleburan tembaga di China menghadapi tekanan ganda, yakni biaya pengolahan yang negatif serta penurunan harga asam sulfat.
Sementara itu, persediaan di gudang-gudang di luar AS terus terkuras karena pasokan dialihkan ke negara tersebut menjelang kemungkinan pemberlakuan tarif impor tembaga olahan.
Lang menilai keterbatasan pasokan fisik tersebut dapat menopang harga tembaga di tengah melemahnya sentimen investor.