Pelemahan tersebut mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap prospek investasi AI. Harga tembaga kini semakin dipengaruhi oleh sentimen terhadap ekspansi pusat data (data center).
Analis Utama CRU, Craig Lang, mengatakan, perkembangan investasi pusat data menjadi salah satu faktor yang semakin memengaruhi pergerakan harga tembaga.
Saham-saham teknologi tertekan setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) memicu kekhawatiran mengenai peningkatan pengawasan regulasi yang berpotensi membatasi ekspansi industri AI.
Di sisi lain, keterbatasan pasokan memberikan bantalan bagi harga tembaga sehingga penurunannya tidak semakin dalam.
"Saya akan berhati-hati untuk menyebut kondisi ini sebagai koreksi yang berkelanjutan, mengingat tantangan pasokan tambang yang masih berlangsung dan ketersediaan logam yang sangat ketat di luar AS," kata Lang, seperti dikutip Reuters.