Data resmi yang dirilis Rabu menunjukkan harga produsen di China naik untuk bulan ketiga berturut-turut pada Mei, mencapai level tertinggi sejak 2022.
Kenaikan tersebut didorong oleh menguatnya harga komoditas serta membaiknya permintaan di sejumlah industri.
Kekhawatiran inflasi juga masih menjadi perhatian pasar. Pelaku pasar menantikan data inflasi Negeri Paman Sam yang akan dirilis pada Rabu.
Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan pada Jumat lalu mendorong penguatan dolar AS dan meningkatkan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) tahun ini, sehingga memicu tekanan di pasar tembaga.
Suku bunga yang lebih tinggi umumnya mengurangi prospek permintaan terhadap logam industri yang bergantung pada pertumbuhan ekonomi.