Di sisi lain, harga tembaga masih mendapat dukungan dari ekspektasi keputusan terkait tarif impor tembaga di AS yang diperkirakan keluar pada paruh kedua tahun ini.
Pemerintah AS telah mengusulkan tarif sebesar 15 persen untuk impor tembaga mulai awal 2027, yang kemudian meningkat menjadi 30 persen pada 2028.
Data LME menunjukkan total stok tembaga di gudang yang terdaftar di bursa tersebut terus menurun setiap hari sejak 28 Mei.
Untuk logam lainnya di LME, harga aluminium turun 1,54 persen, seng melemah 0,58 persen, timbal turun 0,55 persen, nikel terkoreksi 0,77 persen, dan timah merosot 1,86 persen.
Sementara itu di SHFE, harga aluminium turun 0,89 persen, seng melemah 0,2 persen, timbal turun 0,59 persen, nikel anjlok 2,19 persen, dan timah terkoreksi 2,16 persen. (Aldo Fernando)