Data Biro Statistik Nasional China menunjukkan, produksi industri Negeri Tirai Bambu tumbuh 4,5 persen secara tahunan pada Juli 2026. Angka tersebut melambat dibandingkan Juni sekaligus berada di bawah ekspektasi pasar.
Investasi aset tetap China, yang mencakup investasi di sektor-sektor pengguna tembaga seperti properti dan infrastruktur, juga terkontraksi 6,7 persen dalam tujuh bulan pertama 2026. Pasar sebelumnya memperkirakan penurunan sebesar 6 persen.
Permintaan China terhadap tembaga impor juga telah tertekan oleh tingginya harga. Premi tembaga Yangshan turun menjadi USD85 per ton pada Senin (17/8/2026), level terendah dalam lebih dari satu bulan.
Meski demikian, premi tersebut masih hampir dua kali lipat dibandingkan level awal tahun.
Di sisi lain, harga minyak mentah Brent naik seiring negosiasi untuk mengakhiri perang di Timur Tengah masih menemui jalan buntu.