Harga minyak yang tinggi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan mendorong suku bunga tetap tinggi, sehingga menekan aktivitas ekonomi serta komoditas yang sensitif terhadap pertumbuhan seperti tembaga.
Sementara itu, harga nikel bergerak menguat setelah juru bicara Presiden Indonesia menyatakan bahwa bursa yang direncanakan pemerintah untuk komoditas mineral dan strategis kemungkinan mencakup nikel.
Di LME, harga nikel naik 0,15 persen. Di SHFE, nikel menguat 0,44 persen.
Untuk logam lainnya di LME, aluminium turun 0,15 persen, seng melemah 0,7 persen, timbal bergerak stagnan, sedangkan timah turun 0,13 persen.
Di SHFE, aluminium turun 0,15 persen, seng melemah 0,73 persen, timbal naik 0,28 persen, dan timah terkoreksi 1,27 persen. (Aldo Fernando)