Sepanjang tahun 2025, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp41,98 miliar. Pada periode yang sama, rugi bersih Perseroan tercatat sebesar Rp21,67 miliar, membaik signifikan dibandingkan rugi bersih tahun 2024 yang mencapai Rp82,46 miliar.
Dalam RUPSLB, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan. Agus Suhada ditetapkan sebagai Direktur Utama Perseroan, didampingi Edi Pramono sebagai Direktur.
Sementara itu, Antonius Bobby Siswanto kembali menjabat Komisaris Utama dan Bambang Sugeng ditunjuk sebagai Komisaris Independen.
Menurut Perseroan, perubahan susunan pengurus tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan serta mendukung pelaksanaan strategi bisnis ke depan. Sejalan dengan masuknya investor strategis baru, Perseroan juga terus melakukan penguatan sistem pengendalian internal dan tata kelola perusahaan.
Direktur Utama PT Platinum Wahab Nusantara Tbk, Agus Suhada mengatakan, langkah transformasi yang dilakukan perusahaan bertujuan memperkuat fondasi bisnis sekaligus membangun sumber pertumbuhan yang lebih beragam dan berkelanjutan.
“Perseroan terus berupaya memperkuat model bisnis melalui pengembangan usaha yang memiliki prospek jangka panjang, didukung penguatan operasional serta pengelolaan bisnis yang lebih terukur,” kata Agus.
"Kami optimistis strategi yang dijalankan akan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan," katanya.
Memasuki tahun 2026, TGUK akan memfokuskan pengembangan bisnis pada penguatan sektor frozen meat dan frozen food, optimalisasi jaringan distribusi, peningkatan profitabilitas, serta penguatan bisnis makanan dan minuman yang dijalankan secara lebih selektif dan berbasis profitabilitas.
Perseroan meyakini penguatan fundamental usaha, diversifikasi sumber pendapatan, serta tata kelola perusahaan yang baik akan menjadi landasan penting dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.
(Nur Ichsan Yuniarto)