“Kami ingin membawa HATM tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga menjadi salah satu pemain yang berpengaruh di kawasan Asia Pasifik dalam 10 hingga 15 tahun ke depan,” ujar Andrew dalam wawancara bersama CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya, Kamis (23/7/2026).
Terkait potensi masuknya investor strategis dalam rencana private placement, Andrew mengatakan perseroan belum dapat memberikan informasi lebih lanjut. Menurut dia, peluang masuknya investor strategis akan bergantung pada perkembangan proses aksi korporasi tersebut.
Saat ini, HATM mengoperasikan armada kapal berkapasitas 30.000 DWT, 50.000 DWT, hingga 90.000 DWT. Perseroan mencatat tingkat utilisasi armada mencapai 99-100 persen pada kuartal II-2026. Adapun sekitar 80-85 persen pendapatan HATM berasal dari kontrak jangka panjang dengan pelanggan di sektor pertambangan dan industri pengolahan.
Selain private placement, perseroan juga menjajaki fasilitas pinjaman perbankan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal dengan tetap menjaga struktur pendanaan.
“Apabila HATM berhasil memenangkan tender di pasar internasional, kontribusi bisnis baru tersebut diperkirakan dapat meningkatkan laba bersih perseroan sekitar 20 persen-25 persen,” lanjut Andrew.