Dari sisi kinerja, laba HATM pada kuartal I-2026 sempat tertekan akibat keterlambatan penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta tingginya curah hujan yang menghambat aktivitas bongkar muat. Memasuki kuartal II-2026, perseroan menyebut kondisi operasional mulai membaik seiring meningkatnya volume angkutan.
Perseroan juga menyampaikan optimisme bahwa kinerja pada semester II-2026 dapat lebih baik dibandingkan paruh pertama tahun ini.
Sementara itu, Senior Technical Analyst Sucor Sekuritas Reyhan Pratama menilai level Rp438 menjadi area konfirmasi yang perlu ditembus untuk membuka peluang penguatan harga saham. Dia merekomendasikan strategi buy on breakout di atas level tersebut, dengan stop loss di bawah Rp390 serta target harga Rp476 dan Rp535.
(Shifa Nurhaliza Putri)