sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Hengkang dari OPEC, Ini Konsekuensi dan Benefitnya Bagi UEA

Market news editor Nia Deviyana
29/04/2026 15:30 WIB
Negara tersebut bergabung dengan OPEC pada 1967 melalui Abu Dhabi dan tetap menjadi anggota setelah federasi terbentuk pada 1971.
Hengkang dari OPEC, Ini Konsekuensi dan Benefitnya Bagi UEA. Foto: Reuters.
Hengkang dari OPEC, Ini Konsekuensi dan Benefitnya Bagi UEA. Foto: Reuters.

Peran yang berkurang dalam pengelolaan pasar terkoordinasi

OPEC dan OPEC+ selama ini berperan mengelola pasokan minyak saat terjadi volatilitas. Data terbaru menunjukkan produksi OPEC turun 27 persen menjadi 20,79 juta barel per hari pada Maret setelah gangguan geopolitik menghilangkan 7,88 juta barel per hari dari pasokan. 

Penurunan ini lebih besar dibanding pemangkasan saat krisis permintaan akibat Covid-19 pada 2020, serta gangguan pasokan di 1970-an dan 1991.

Keluarnya UEA mengurangi jumlah produsen yang ikut dalam keputusan produksi terkoordinasi.

“Meski jelas merupakan peristiwa penting bagi pasar energi global, dampak jangka pendeknya kemungkinan relatif terbatas,” ujar Brown.

Selaras dengan strategi ekonomi domestik

Langkah ini terjadi saat UEA terus mendiversifikasi ekonominya.

Sektor non-migas kini menyumbang sekitar 75 persen produk domestik bruto, sementara negara tetap berinvestasi dalam peningkatan kapasitas minyak dan gas, serta energi terbarukan dan rendah karbon.

Pemerintah menyebut keputusan ini mencerminkan profil energi yang berkembang dan strategi jangka panjangnya.

Brown menilai target produksi 5 juta barel per hari pada 2027 bisa lebih realistis dicapai di luar batasan OPEC, terutama jika kondisi regional membaik.

Alasan regional dan geopolitik

Keputusan ini menyusul langkah Qatar yang keluar dari OPEC pada 2019. Produsen Teluk lain seperti Bahrain dan Oman tetap di luar OPEC tetapi masih selaras dengan upaya pengelolaan pasokan.

Langkah ini juga terjadi di tengah tantangan pengiriman ekspor melalui Strait of Hormuz, jalur penting bagi aliran energi global. Mazrouei mengatakan keluarnya UEA tidak akan berdampak signifikan pada pasar mengingat kondisi saat ini di selat tersebut.

“Seiring konflik AS-Iran berlanjut dan Selat Hormuz tetap tidak dapat dilalui, isu terbesar pasar minyak bukanlah produksi, melainkan pengiriman ke lokasi yang membutuhkan,” kata Brown.

Saat ini, jalur tersebut praktis tertutup, sehingga kondisi pasokan semakin ketat dari hari ke hari. UEA menyatakan akan tetap berinteraksi dengan produsen dan konsumen energi, meskipun beroperasi di luar OPEC dan OPEC+.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement