Prosesi dilakukan secara hybrid melalui online meeting dan secara langsung di Desa Nanga Meje, pada Kamis (27/11). Acara turut dihadiri Kepala Desa Nanga Meje Arnoldus Soro Leko, Kepala Desa Uluwae Fabianus Ruerani, serta sejumlah pejabat dan tamu lainnya.
Pada seremoni penyerahan bantuan, Dharma menyampaikan bahwa jembatan tersebut memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat desa, untuk keperluan aksesibilitas, peningkatan kualitas hidup,
ekonomi lokal, budaya dan pariwisata, serta pendidikan.
Warga Desa Nanga Meje sebelumnya mengalami kendala karena akses yang masih terisolasi, hanya terdapat jembatan darurat yang selalu hanyut terbawa arus sungai deras setiap musim hujan.
"Menyadari pentingnya akses jembatan ini, maka SRO melalui kerja sama dengan berbagai pihak, merealisasikan program pembangunan Jembatan Pelosok Negeri di Sungai Wae Mapar yang memiliki panjang 60 meter. Jembatan tersebut telah resmi digunakan dan diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat sekitar,” kata Dharma.
Pembangunan jembatan ini merupakan salah satu langkah dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan membuka akses ke fasilitas kesehatan, pendidikan, dan ekonomi lokal di Desa Nanga Meje dan tiga wilayah sekitarnya, yaitu Desa Nanga Pu’un, Desa Langgasai, dan Desa Mosi Ngaran.