AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

IHSG Ambles saat Inflasi Tertinggi sejak 2017, Saham-saham Ini Jadi Beban

MARKET NEWS
Aldo Fernando - Riset
Jum'at, 01 Juli 2022 10:25 WIB
Investor pasar saham merespons negatif pengumuman data inflasi dari pemerintah RI yang lebih tinggi dari konsensus ekonom.
IHSG Ambles saat Inflasi Tertinggi sejak 2017, Saham-saham Ini Jadi Beban. (Foto: MNC Media)
IHSG Ambles saat Inflasi Tertinggi sejak 2017, Saham-saham Ini Jadi Beban. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Investor pasar saham merespons negatif pengumuman data inflasi dari pemerintah RI yang lebih tinggi dari konsensus ekonom. Sejumlah saham big cap menjadi pemberat alias laggard IHSG pagi ini, Jumat (1/7/2022).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah setelah sempat menghijau pada saat pembukaan, Jumat (1/7/2022).

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.38 WIB, IHSG turun 0,24% ke 6.895,18.

Sementara, per 10.12 WIB, pelemahan IHSG semakin dalam hingga minus 0,70% ke 6.863,08.

Hanya sebanyak 136 saham naik, 354 turun, dan 172 stagnan.

Sebelumnya, tepat pukul 09:02 WIB, indeks acuan sempat bergerak menguat 0,9 poin atau 0,01% di 6.912,50.

Dengan ini, IHSG memerah selama 5 hari beruntun atau seminggu penuh dengan minus 2,55%.

Selama sebulan IHSG sudah anjlok 4,38%, kendati sejak awal tahun (ytd) masih naik 4,37%

Di tengah pelemaha IHSG pagi ini, sejumlah saham big cap alias dengan kapitalisasi pasar jumbo ambles ke zona merah.

Saham bank PT Bank Jago Tbk (ARTO) anjlok 5,19%, emiten Grup Emtek PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) merosot 2,49%, saham e-commerce dan transportasi online PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melemah 2,58%.

Kapitalisasi pasar saham ARTO mencapai Rp120,55 triliun, EMTK sebesar Rp96,15 triliun, dan GOTO mencapai Rp450,06 triliun.

GOTO menempati peringkat ketiga market cap terbesar di bursa.

Nama lainnya, saham bank BUMN PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Grup Astra PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), masing-masing melemah 1,58%, 0,75%, dan 0,64%.

BMRI memiliki kapitalisasi pasar Rp364 triliun (kelima terbesar), ASII mencapai Rp266,18 triliun, dan BBNI sebesar Rp145,93 triliun.

Melihat kapitalisasi pasar jumbo tersebut, pelemahan saham-saham big cap di atas dalam taraf tertentu turut memperberat langkah IHSG.

Pagi ini, mulai 09.10 WIB, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono melaporkan, bulan Juni 2022 terjadi inflasi tertinggi (year to year) sebesar 4,35% terhitung sejak Juni 2017.

"Tingkat inflasi tahun ke tahun, yakni Juni 2022 terhadap Juni 2021 adalah sebesar 4,35%. Ini inflasi tertinggi sejak tahun 2017, di mana pada saat Juni 2017 inflasi kita 4,37%," ujar Margo dalam rilis resmi statistik secara virtual di Jakarta, Jumat (1/7/2022). 

Sementara itu, inflasi secara month-to-month(mtm) tercatat sebesar 0,61%, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,42 pada Mei 2022 menjadi 111,09 di Juni 2022. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Juni 2022) adalah sebesar 3,19%.

Margo mengatakan, komoditas penyumbang inflasi di bulan Juni adalah cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras. 

Sementara itu, apabila dilihat dari 90 kota di Indonesia, sebanyak 85 kota mengalami inflasi.

"Inflasi tertinggi terjadi di kota Gunung Sitoli sebesar 2,72%, dengan komoditas penyumbang inflasi diantaranya adalah cabai merah dengan andil 1,42%, cabai rawit dengan andil 0,28%, dan bawang merah dengan andil 0,27%. Inflasi terendah adalah terjadi di kota Pontianak sebesar 0,07%," ungkapnya.

Angka inflasi tahunan RI per Juni lebih tinggi dari konsensus ekonom yang dihimpun Tradingeconomics yang memproyeksikan kenaikan inflasi ke angka 4,17%. (ADF)


Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD