Dalam konteks global, Arief melihat potensi pemulihan saham-saham teknologi besar dunia seiring tetap kuatnya permintaan terhadap kecerdasan buatan (AI).
Kekhawatiran terkait belanja modal berlebih oleh perusahaan teknologi besar mulai mereda, sementara potensi penawaran saham perdana(IPO) sejumlah perusahaan teknologi pada paruh kedua 2026, mulai dari SpaceX, OpenAI hingga Anthropic, dapat memicu revaluasi sektor tersebut.
Meski demikian, Arief mengingatkan investor terhadap bias stagflasi, yakni kecenderungan pasar mengasumsikan ekonomi melemah di tengah inflasi tinggi.
Dalam kondisi ini, investor disarankan untuk fokus pada emiten dengan daya tawar harga kuat, menjaga kualitas neraca, serta memanfaatkan volatilitas pasar sebagai peluang.
Arief merekomendasikan sejumlah saham unggulan seperti PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).