Fitch menilai kondisi tersebut berpotensi melemahkan prospek fiskal jangka menengah, menekan sentimen investor, dan mengurangi ketahanan eksternal.
Meski demikian, penegasan peringkat BBB mencerminkan rekam jejak Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi, prospek pertumbuhan menengah yang relatif baik, rasio utang pemerintah yang moderat, serta bantalan eksternal yang cukup.
Kekuatan ini, menurut Fitch, masih tertahan oleh rasio penerimaan negara yang rendah, beban bunga utang yang tinggi, serta indikator tata kelola yang tertinggal dibandingkan negara dengan peringkat setara.
Strategi di Tengah Kepanikan
Menurut riset BRI Danareksa Sekuritas, Rabu (4/3/2026), penurunan IHSG hingga minus 5 persen kerap memicu kepanikan di pasar.
Namun, dalam dinamika pasar modal, fase koreksi tajam seperti ini merupakan bagian dari siklus yang tidak terhindarkan.