“Prioritas utama saat volatilitas tinggi adalah menjaga modal,” tulis BRI Danareksa.
Sementara itu, bagi investor yang masih memiliki dana tunai atau crash, BRI Danareksa mengingatkan agar tidak langsung masuk seluruhnya ke pasar.
Strategi bertahap dinilai lebih bijak, yakni mengalokasikan sekitar 30 persen dana saat terjadi panic ekstrem, 30 persen setelah ada konfirmasi rebound, dan menyisakan 40 persen apabila pasar kembali melanjutkan penurunan.
“Masuk bertahap membantu mengurangi risiko salah timing,” kata BRI Danareksa.
Riset tersebut juga menyoroti sejumlah faktor eksternal yang perlu dicermati, di antaranya pergerakan harga minyak dan nilai tukar rupiah.