AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

IHSG Coba Bangkit, Ini yang Perlu Diwaspadai Investor

MARKET NEWS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Selasa, 04 Mei 2021 12:27 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)   berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan pagi hari ini (4/5/2021) karena menguat 0,23 persen.
ihsg menguat

IDXChannel– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)   berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan pagi hari ini (4/5/2021) karena menguat 0,23 persen berada di level 5.966.

Head of Research Henan Putihrai Sekuritas Robertus Yanuar Hardy mengungkapkan, hari ini IHSG masih mencoba untuk rebound dari pelemahan hari kemarin. 

“Boleh dibilang sepanjang sepekan terakhir atau hari kemarin terutama ada penurunan yang cukup signifikan dan kemarin juga udah ada beberapa emiten yang melaporkan kinerja keuangannya, serta nilai inflasi yang sepertinya masih sesuai dengan estimasi,” ungkapnya dalam acara Market Opening IDX Channel, Selasa (4/5/2021).

Namun, Robertus menjelaskan, investor masih harus waspada sebab sudah mau mendekati libur Lebaran. Di mana, memang secara musiman dan sejarah ada penurunan nilai transaksi di momen tersebut. (IND) 

Di sisi lain, kata dia, adanya fenomena Sell in May and Go Away tidak cukup signifikan mempengaruhi pergerakan IHSG.

Akan tetapi, di tahun ini mungkin akan lebih terasa dampaknya karena mendekati lebaran dan berbarengan dengan situasi libur panjang. Di mana investor cenderung akan mencoba mengambil posisinya setelah libur panjang usai.

“Kalau kita lihat sepanjang 20 tahun terakhir mungkin ada periode terburuk sekitar Mei – Oktober itu ada penurunan sekitar delapan lah. Jadi, ada kemungkinan 12 kali kenaikan. Artinya, memang ini tidak cukup signifikan yakni dengan perbandingannya 8:12,” ujar Robertus.  

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD