Secara khusus, saham ASII dan UNTR mengalami koreksi tajam, di mana UNTR terdampak pencabutan izin tambang emas anak usahanya. Selain itu, spekulasi formula baru MSCI memicu aksi jual pada saham-saham seperti BUMI dan PTRO.
Untuk pekan ini, Hari memperkirakan bursa Wall Street akan bergerak terbatas karena investor bersikap wait and see terhadap sejumlah rilis data penting dari Amerika Serikat.
"Dari Amerika Serikat, pasar juga akan mencermati rilis sejumlah data ekonomi penting, seperti Non-Farm Payrolls (NFP), neraca perdagangan serta data jobless claims, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar dan membentuk ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan moneter selanjutnya," ujar Hari.
Dari sisi internal, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci untuk menahan tekanan eksternal. Pemerintah fokus pada stabilitas nilai tukar Rupiah melalui pengendalian defisit dan optimalisasi penerimaan negara.
"Langkah tersebut tercermin dari sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang berkelanjutan, mulai dari pengendalian defisit anggaran, optimalisasi penerimaan negara, hingga pengelolaan belanja yang lebih terarah," katanya.