IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih dalam fase rentan melemah pada perdagangan Kamis (20/2). Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan mengatakan, IHSG retracement ke area support 6.830-6.775 dan ditutup di level 6.794 pada Rabu (19/2) kemarin.
“Secara teknikal IHSG masih berada di area overbought sehingga terdapat potensi untuk kembali melemah. Dengan demikian kami memperkirakan IHSG berpotensi uji area support 6.750-6.725,” kata Valdy dalam risetnya, Kamis (20/2).
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) tetap mempertahankan BI rate di 5,75 persen. Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga inflasi pada tahun 2025 dan 2026 tetap terkendali di level 2,5 persen +- 1 persen.
Bank Indonesia tetap mencermati prospek inflasi dan pertumbuhan ekonomi dalam memanfaatkan ruang penurunan suku bunga dengan tetap mempertimbangkan pergerakan nilai tukar rupiah.
Menyusul RDG, BI dijadwalkan merilis data M2 Money Supply di hari ini. Sebagai informasi, M2 Money Supply Indonesia mengalami penurunan ke level 4,4 persen year on year di Januari dari level 6,50 persen year on year di Desember 2024.
Dari Regional, China Loan Prime Rate 5Y diperkirakan tetap di level 3,60 persen. PBoC Loan Prime Rate juga diperkirakan tetap di level 3,10 persen, di mana PBoC terakhir kali melakukan pemangkasan Loan Prime Rate di bulan Oktober 2024.
Untuk hari ini, Valdy merekomendasikan sejumlah saham yakni PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
(kunthi fahmar sandy)