IDXChannel - Pemerintah menekankan terbukanya peluang pengoptimalan transaksi mata uang lokal atau local currency transaction (LCT), seiring mayoritas mitra dagang utama Indonesia berasal dari negara-negara non-dolar.
Penggunaan mata uang lokal digadang-gadan bisa menjadi nilai tambah bagi perekonomian dari setor perdagangan internasional.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, mencatat peningkatan transaksi LCT yang konsisten.
Pada Januari–Februari 2026, nilainya mencapai sekitar USD8,45 miliar, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang sebesar USD3,21 miliar.
"Bank Indonesia dan Pemerintah Indonesia telah bersama-sama memajukan kerangka LCT untuk mendiversifikasi pembayaran bilateral, meningkatkan efisiensi pasar, memperdalam pasar keuangan, dan pada akhirnya mengurangi volatilitas nilai tukar sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi,” ujar Ferry dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (11/4/2026).