AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

IHSG Ditutup Melemah, Analis: Investor Profit Taking di Tengah Ketidakpastian

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 22 Desember 2021 16:16 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup melemah -24,71 poin atau -0,38% di level 6.529,59 pada perdagangan Rabu (22/12/2021).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup melemah -24,71 poin atau -0,38% di level 6.529,59 pada perdagangan Rabu (22/12/2021).  (Foto: MNC Media)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup melemah -24,71 poin atau -0,38% di level 6.529,59 pada perdagangan Rabu (22/12/2021). (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup melemah -24,71 poin atau -0,38% di level 6.529,59 pada perdagangan Rabu (22/12/2021).

Technical Analyst Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova mencermati pelemahan IHSG hari ini terjadi menyusul aksi profit taking para pelaku pasar yang masih spekulatif terhadap kenaikan saham yang dimiliki.

Sehingga, penguatan indeks yang merangkum kinerja seluruh emiten ini tak berlangsung lama, khususnya pada menit terakhir jelang penutupan.

"Saya amati pelaku pasar ini cenderung pada posisi wait and see, kemudian lebih pada spekulatif, artinya ketika sempat menguat lalu dimanfaatkan untuk aksi prtofit taking," kata Ivan dalam Session Closing, Rabu (22/12/2021).

Secara teknikal, Ivan menilai koreksi yang terjadi sore ini masih mempunyai harapan kenaikan di kemudian hari dengan syarat tidak menembus level support krusialnya.

"Untuk saat ini sebenarnya masih ada harapan, selama IHSG tidak menyentuh level krusialnya di 6.480," tuturnya.

Membandingkan 'Santa Claus' rally di tahun-tahun sebelumnya yang biasanya membuat market menghijau pada bulan Desember, Ivan menilai bahwa tahun ini cukup berbeda.

Menurutnya, sentimen varian Omicron masih menjadi perhatian pasar yang membuat aksi pembelian tidak terlalu agresif yang berimbas pada pergerakan sideways IHSG.

"Tahun ini sedikit berbeda, dengan sentimen yang beredar di pasar seperti dari The Fed dan perkembangan kasus Omicron ini memang menjadi perhatian pelaku pasar, sehingga tidak terlalu agresif untuk melakukan pembelian," tukasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD