“Formasi 3 candlestick membentuk resistance IHSG pada 8.970, pada kondisi ini IHSG nampak jenuh beli dan ada potensi untuk koreksi sehat, koreksi ini kemungkinan disebabkan oleh saham-saham big caps konglomerat khususnya dari grup Barito (Prajogo Pangestu),” kata WH Project dalam keterangan resmi, Minggu (11/1/2026).
“Namun beberapa saham sektor tambang dan energi masih bisa dipertimbangkan sebagai saham pilihan awal pekan ini,” ujarnya.
Memperhatikan faktor-faktor di atas, WH Project memproyeksikan hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed dalam range 8.900–9.000.
Adapun empat saham yang menjadi pilihan secara teknikal sebagai berikut:
HRUM, buy, estimasi target Rp1.200–Rp1.300.
NICL, buy, estimasi target Rp2.000.
ESSA, buy, estimasi target Rp640–Rp680.
SMGR, buy, estimasi target Rp2.740–Rp2. 800.
(Febrina Ratna Iskana)