"Dengan efek bobot itulah yang kemudian menjadi sentimen penyebab IHSG harus diturunkan kembali," katanya.
Dengan kata lain, WH Project menjelaskan, pengganggu utama dari pergerakan IHSG adalah saham-saham HSC yang keluar dari MSCI (efek bobot), bukan lagi faktor eksternal. Namun, kabar baiknya, saham-saham yang berpotensi naik jadi lebih banyak, karena IHSG yang hanya turun akibat efek bobot berarti punya sentimen tersendiri yang efeknya hanya terlihat pada IHSG saja.
Seperti diketahui, IHSG ditutup melemah sebesar 249,12 poin atau 3,38 persen menuju 7.129,49 pada perdagangan Jumat 24 April 2026. Selama sepekan terjadi pelemahan sebesar 6,61 persen.
Menurut WH Project, IHSG kembali bergerak pada downtrend channel dengan posisi candle yang gagal menembus resistance trend line, masih mempertahankan support psikologis pada 7.000.
"Candlestick IHSG tidak membentuk pola apapun saat ini, dan indikator MACD membentuk dead cross, potensi pelemahan lanjutan," katanya.
Berikut beberapa saham yang direkomendasikan secara teknikal:
- ENRG, buy, estimasi target Rp2.000-Rp2.100. Support Rp1.880 dan resistance Rp2.000.
- AADI, buy, estimasi target Rp11.500-Rp12.000. Support Rp10.400 dan resistance Rp11.300.
- MEDC, buy, estimasi target Rp1850-Rp1.900. Support Rp1.700 dan resistance Rp1.850.
(Dhera Arizona)