AALI
9750
ABBA
284
ABDA
6250
ABMM
1355
ACES
1205
ACST
187
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
172
ADRO
2180
AGAR
362
AGII
1435
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
725
AKSI
750
ALDO
1305
ALKA
296
ALMI
288
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.20
-0.08%
-0.40
IHSG
6554.11
-0.21%
-14.06
LQ45
938.00
-0.14%
-1.34
2
2
2%
+2
N
N
0%
N
T
T
0%
T
2
2
2%
+2
-
-
0%
-
-
-
0%
-
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
851,136 / gram

IHSG Melemah, Analis Sebut Profit Taking Sangat Rawan Saat Ini

MARKET NEWS
Shelma Rachmahyanti
Selasa, 28 September 2021 10:44 WIB
IHSG masih mempunyai peluang untuk melanjutkan pelemahan. Pasalnya, mendekati level 6.200, indeks sangat rawan terkena aksi profit taking.
IHSG Melemah, Analis Sebut Profit Taking Sangat Rawan Saat Ini (Ilustrasi)
IHSG Melemah, Analis Sebut Profit Taking Sangat Rawan Saat Ini (Ilustrasi)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (28/9/2021). Pada pembukaan tadi pagi, IHSG turun 1,49% ke level 6.120.

Head of Research FAC Sekuritas Wisnu Prambudi menuturkan, hari ini IHSG masih mempunyai peluang untuk melanjutkan pelemahan. Pasalnya, mendekati level 6.200, indeks sangat rawan terkena aksi profit taking.

“Kami melihat masih ada peluang koreksi lanjutan untuk IHSG, karena di level mendekati 6.200 itu market sangat rawan sekali untuk terjadi profit taking,” tuturnya dalam Power Breakfast IDX Channel, Selasa (28/9/2021).

Kemudian, kata Wisnu, saat ini market domestik sedang minim sentimen. Di mana, belum ada sentimen market domestik yang mendriver pergerakan IHSG.

“Kalau kita lihat pekan lalu ada suku bunga Bank Indonesia (BI) yang mana levelnya ditahan di 3,5%. Kalau untuk sepekan terakhir ini, belum ada sentimen lanjutan yang di domestiknya kalau kita lihat. Jadi, kami melihat cenderung mix dengan peluang pelemahan,” ujar dia.

Lanjutnya, kondisi tersebut diprediksi tidak akan berlangsung cukup lama. Artinya, hanya dalam jangka menengah. Di mana, pihaknya melihat bahwa peluang terjadinya window dressing pada akhir tahun semakin terbuka.

“Terbukti dari emiten-emiten di perbankan ya. Kami melihat satu pekan terakhir akumulasinya cukup besar. Jadi kami melihat ketika market tidak stabil, asing justru masih terus melakukan pembeliannya. Nah, ini sebetulnya bisa kita jadikan salah satu acuan hingga akhir tahun nanti masih ada peluang terjadinya window dressing terutama di saham-saham big caps,” kata Wisnu.

Sementara itu, Wisnu merekomendasikan beberapa saham pilihan yang bisa menjadi pertimbangan para investor. Saham-saham tersebut yaitu, RAJA, DSNG, ICBP, dan TINS. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD