Dari sisi valuasi, rasio price to earnings (P/E) agregat IHSG juga berpotensi berubah seiring bergesernya komposisi saham yang menjadi dasar perhitungan indeks. Dengan demikian, target IHSG yang menggunakan acuan valuasi historis perlu dikalibrasi kembali.
Sementara itu, Maybank Sekuritas dalam catatan 26 Oktober 2026 menilai saham-saham perbankan berkapitalisasi besar dan telekomunikasi menjadi pihak yang paling diuntungkan dari perubahan bobot indeks.
“Sebaliknya, pergerakan saham HSC seperti BREN, DSSA, DCII dan BYAN tidak lagi memengaruhi IHSG. Perlu dicatat kenaikan bobot tidak otomatis diikuti kenaikan harga, namun arah IHSG ke depan akan semakin ditentukan oleh saham perbankan,” tulis Maybank Sekuritas.
Investor Cermati Data Ekonomi
Selain perubahan komposisi indeks, investor juga akan mencermati sejumlah agenda ekonomi domestik sepanjang pekan ini.
Data yang dinantikan meliputi inflasi Oktober, aktivitas manufaktur, neraca perdagangan, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026, hingga cadangan devisa.