Selain menaikkan BI Rate, BI juga meningkatkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di seluruh tenor 6, 9, dan 12 bulan serta memberikan insentif berupa penurunan biaya hedging swap bagi investor asing sebesar 10 persen.
Otoritas moneter juga membuka kembali lelang instrumen repo untuk tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan bagi perbankan serta meningkatkan intensitas operasi moneter rupiah dan valuta asing guna memperkuat stabilisasi nilai tukar.
Dari sisi teknikal, Phintraco mencatat IHSG berhasil kembali ditutup di atas level rata-rata pergerakan 200 bulan (MA200 monthly) setelah sehari sebelumnya sempat berada di bawah level tersebut. Pada grafik harian, IHSG juga ditutup di atas MA5 sekaligus menutup gap yang terbentuk pada perdagangan sebelumnya.
Indikator Stochastic RSI bahkan telah membentuk golden cross di area oversold, yang mengindikasikan peluang berlanjutnya pemulihan pasar dalam jangka pendek.
Dengan kondisi tersebut, Phintraco memperkirakan IHSG bergerak pada rentang 5.600 hingga 5.850.