Namun, Indo Premier mengingatkan ruang fiskal pemerintah masih terbatas. Target defisit APBN 2026 sebesar 2,7 persen dinilai tidak memberikan ruang untuk melakukan kesalahan dalam menghadapi lonjakan harga energi.
Reformasi Struktural Jadi Kunci
Ke depan, pasar masih menunggu keputusan dari S&P dan MSCI pada akhir Juni yang berpotensi memengaruhi arah IHSG.
Namun, Indo Premier menilai reformasi struktural terhadap sejumlah program pemerintah menjadi faktor penting untuk memperkuat kredibilitas fiskal Indonesia.
Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan koperasi desa (Kopdes) perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih rasional dan tepat sasaran agar tidak membebani ruang fiskal pemerintah.
Meski demikian, dari sisi fundamental perusahaan, prospek laba emiten dinilai masih solid.