IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan sepanjang awal 2026 yang dipicu oleh berbagai sentimen negatif.
IHSG turun sekitar 23,1 persen dari level tertinggi sepanjang masa (all-time high) di kisaran 9.135 pada 20 Januari 2026 menjadi sekitar 7.022 pada perdagangan terakhir sebelum libur Lebaran, di 16 Maret 2026.
Stockbit mencatat, ada tiga sentimen negatif yang memengaruhi pelemahan IHSG yakni keputusan MSCI dalam membekukan sementara indeks Indonesia.
Kemudian eskalasi konflik AS-Iran yang mendorong lonjakan harga minyak global lebih dari 40 persen akibat terganggunya jalur distribusi energi, termasuk penutupan Selat Hormuz.
Terakhir, meningkatnya risiko fiskal Indonesia seiring asumsi APBN terkait harga minyak dan nilai tukar yang mulai terlampaui. Namun secara historis, tekanan yang terjadi saat ini dinilai masih berada dalam kisaran normal siklus pasar.