sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Mendekati Titik Terendah, Investor Harus Panik atau Justru Beli?

Market news editor Desi Angriani
27/03/2026 06:39 WIB
IHSG mengalami tekanan signifikan sepanjang awal 2026 yang dipicu oleh berbagai sentimen negatif.
IHSG Mendekati Titik Terendah, Investor Harus Panik atau Justru Beli? (Foto: dok Freepik)
IHSG Mendekati Titik Terendah, Investor Harus Panik atau Justru Beli? (Foto: dok Freepik)

Data Bloomberg sejak 2000 menunjukkan, penurunan IHSG sebesar 23 persen sejalan dengan sejumlah episode koreksi sebelumnya seperti Taper Tantrum 2013 (24 persen), China Scare 2015 (25 persen), hingga sell off Liberation Day 2025 (25 persen).

Menurut Stockbit, IHSG sudah berada atau mendekati fase bottom. Dalam sejarah, penurunan yang lebih dalam biasanya hanya terjadi pada periode krisis besar seperti dot-com bust awal 2000 yang turun 52 persen, krisis finansial global 2008 turun 61 persen, dan pandemi Covid-19 2020 turun 38 persen.

Pasca libur Lebaran, IHSG mulai menunjukkan pemulihan terbatas dengan kenaikan sekitar 1 persen hingga Kamis (26/3/2026). Dari sisi valuasi, IHSG kini diperdagangkan pada level 11,4 kali price-to-earnings (P/E) forward satu tahun, atau sekitar dua standar deviasi di bawah rata-rata historis 15 tahun.

"Level ini mencerminkan valuasi yang tergolong murah, bahkan menjadi salah satu yang terendah sejak periode pandemi 2020," tulis Stockbit pada Rabu (26/3/2026).

Dalam kondisi ini, investor disarankan untuk melakukan evaluasi terhadap portofolio yang dimiliki. Lalu memastikan bahwa fundamental saham masih kuat dan relevan dengan kondisi pasar saat ini, terutama di tengah tekanan akibat harga energi terhadap kinerja laba emiten.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement