Menurut dia, apabila perbaikan tersebut belum menunjukkan hasil yang memadai hingga November, Indonesia masih berisiko masuk dalam daftar pemantauan untuk penurunan status.
"Perlu dicatat bahwa masih ada peringatan dari MSCI bahwa jika implementasi reformasi yang dilakukan bursa tidak membaik hingga November, maka kita masih berpotensi akan dimasukkan ke dalam list Frontier Market," katanya.
Michael memperkirakan pergerakan pasar saham dalam jangka pendek masih berpotensi menghadapi tekanan volatilitas. Hal ini lantaran sebagian investor sebelumnya berekspektasi Indonesia akan tetap mempertahankan status Emerging Market tanpa risiko penurunan kelas.
Namun, dalam jangka menengah, ia menilai investor akan mulai beradaptasi dengan kondisi tersebut, terutama apabila reformasi pasar terus berjalan dan memberikan kepastian lebih besar. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.