sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Menguat usai MSCI Perpanjang Masa Evaluasi hingga November

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
24/06/2026 09:17 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan naik pada Rabu (24/6/2026), setelah Indonesia berhasil mempertahankan statusnya sebagai Emerging Market (EM).
IHSG Menguat usai MSCI Perpanjang Masa Evaluasi hingga November. (Foto: MNC Media)
IHSG Menguat usai MSCI Perpanjang Masa Evaluasi hingga November. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan naik pada Rabu (24/6/2026), setelah Indonesia berhasil mempertahankan statusnya sebagai Emerging Market (EM) dalam MSCI 2026 Market Classification Review.

Meski risiko penurunan kelas ke Frontier Market belum sepenuhnya hilang, keputusan MSCI tersebut memberikan sentimen positif bagi pasar karena Indonesia masih memiliki waktu untuk membuktikan efektivitas reformasi pasar hingga evaluasi berikutnya pada November 2026.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.13 WIB, IHSG naik 0,68 persen ke 6.142,61. Nilai transaksi mencapai Rp1,57 triliun dan volume perdagangan 2,53 miliar saham.

Sebanyak 348 saham naik, 187 turun, dan 424 sisanya stagnan.

Dalam pengumuman pada Rabu dini hari, Indonesia berhasil mempertahankan statusnya sebagai Emerging Market (EM) dalam MSCI 2026 Market Classification Review.

Namun, menurut MNC Sekuritas, Rabu (24/6/2026), keputusan tersebut belum sepenuhnya menghapus kekhawatiran investor global terhadap kualitas pasar saham Indonesia.

MNC Sekuritas menyebut MSCI masih menyoroti sejumlah isu, terutama terkait transparansi kepemilikan saham, validitas free float, serta dugaan praktik coordinated trading di pasar domestik.

Meski demikian, MSCI mengapresiasi berbagai langkah reformasi yang telah diumumkan oleh OJK, BEI, dan KSEI, termasuk peningkatan keterbukaan informasi kepemilikan saham, penerapan kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta rencana peningkatan batas minimum free float menjadi 15 persen.

Namun, MSCI menegaskan bahwa keberhasilan reformasi tidak hanya bergantung pada aturan yang diterbitkan, melainkan pada konsistensi implementasi dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas pasar.

Menurut MNC Sekuritas, perhatian berikutnya akan tertuju pada MSCI Index Review November 2026.

Apabila MSCI menilai perkembangan reformasi pasar belum cukup memadai dan kredibel, Indonesia berpotensi masuk dalam tahap konsultasi formal terkait kemungkinan reklasifikasi dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Dengan demikian, kata MNC Sekuritas, meskipun risiko downgrade dalam jangka pendek berhasil dihindari, posisi Indonesia masih berada dalam pengawasan ketat.

Kecepatan dan efektivitas implementasi reformasi pasar akan menjadi faktor penting yang menentukan persepsi investor global terhadap pasar modal Indonesia ke depan.

Sementara, Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai keputusan MSCI mempertahankan Indonesia di kategori Emerging Market memberikan sentimen yang lebih positif dibandingkan pengumuman sebelumnya pada Januari.

"Pengumuman ini memberikan tone yang lebih baik daripada pengumuman Januari lampau," ujar Michael kepada IDXChannel.com, Rabu (24/6).

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa MSCI masih memberikan peringatan terkait implementasi reformasi pasar yang tengah dilakukan oleh otoritas bursa.

Menurut dia, apabila perbaikan tersebut belum menunjukkan hasil yang memadai hingga November, Indonesia masih berisiko masuk dalam daftar pemantauan untuk penurunan status.

"Perlu dicatat bahwa masih ada peringatan dari MSCI bahwa jika implementasi reformasi yang dilakukan bursa tidak membaik hingga November, maka kita masih berpotensi akan dimasukkan ke dalam list Frontier Market," katanya.

Michael memperkirakan pergerakan pasar saham dalam jangka pendek masih berpotensi menghadapi tekanan volatilitas. Hal ini lantaran sebagian investor sebelumnya berekspektasi Indonesia akan tetap mempertahankan status Emerging Market tanpa risiko penurunan kelas.

Namun, dalam jangka menengah, ia menilai investor akan mulai beradaptasi dengan kondisi tersebut, terutama apabila reformasi pasar terus berjalan dan memberikan kepastian lebih besar. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement