Rully menambahkan bahwa arah pasar ke depan sangat bergantung pada tiga faktor utama, yaitu keputusan akhir MSCI, arus modal asing, serta kebijakan suku bunga The Fed.
Meski demikian, fundamental dalam negeri seperti inflasi yang rendah masih memberikan harapan bagi saham-saham domestik.
“Stabilitas makroekonomi yang relatif terjaga, inflasi rendah, serta potensi pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia dapat menjadi katalis positif bagi saham-saham berorientasi domestik. Namun demikian, kami melihat investor akan tetap selektif hingga terdapat kepastian lebih lanjut mengenai status Indonesia dalam klasifikasi pasar MSCI serta arah kebijakan moneter global,” lanjut Rully.
Menghadapi pasar yang cenderung spekulatif, Head of Fund Services Mirae Asset Sekuritas, Francisca Gerungan, menekankan pentingnya disiplin dalam berinvestasi. Ia menyarankan investor, terutama nasabah ritel, untuk memanfaatkan instrumen reksa dana guna meminimalisir risiko harian.
“Dalam situasi pasar yang bergerak cepat dan cenderung spekulatif, investor sebaiknya tidak terjebak pada euforia jangka pendek. Diversifikasi menjadi strategi yang semakin krusial untuk menjaga stabilitas portofolio,” ujar Francisca.