Menurut Indo Premier, perhatian pasar akan tertuju pada 18 Juni ketika MSCI merilis Global Market Accessibility Review.
Kajian tersebut mengevaluasi tingkat aksesibilitas pasar modal Indonesia bagi investor asing, mulai dari sistem kustodian, mekanisme perdagangan hingga aturan arus modal.
Selanjutnya pada 19 Juni, perubahan indeks FTSE akan efektif berlaku.
Dalam peninjauan kali ini, hanya saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang dikeluarkan dari kategori Large Cap.
Indo Premier menilai dampak penjualan pasif dari perubahan tersebut relatif terbatas dan tidak akan sebesar gejolak yang sempat terjadi saat rebalancing MSCI sebelumnya.
Agenda yang paling ditunggu pasar jatuh pada 23 Juni, ketika MSCI mengumumkan Annual Market Classification Review. Pengumuman ini dinilai sebagai salah satu peristiwa terpenting bagi pasar modal Indonesia pada sisa tahun 2026.