Menurut mereka, jika nilai tukar rupiah terus melemah, premi risiko (equity risk premium) pasar saham Indonesia berpotensi tetap tinggi meskipun Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga.
Dari sisi global, perkembangan konflik di Timur Tengah juga akan menjadi perhatian. Harga minyak dunia memang sempat terkoreksi seiring meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat.
Namun, BRI Danareksa mengingatkan bahwa gencatan senjata yang ada masih tergolong rapuh.
Setiap eskalasi baru, termasuk potensi gangguan di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia, dapat kembali memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan global. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.