Pelaku pasar perlu mewaspadai potensi koreksi lanjutan apabila indeks domestik kehilangan level pertahanan krusialnya. Tekanan jual yang kembali memuncak dikhawatirkan dapat membuka kembali jalur penurunan menuju area psikologis yang lebih rendah.
"Jika tekanan jual kembali meningkat dan IHSG kehilangan 6.350, risiko pelemahan menuju 6.200–6.250 akan terbuka. Sebaliknya, apabila indeks mampu bertahan di atas 6.400 kemudian menembus 6.500, peluang untuk menguji 6.550–6.600 semakin besar," kata Hendra.
Hendra menilai perdagangan pekan depan pada dasarnya akan menjadi ajang pertarungan antara aksi perburuan saham murah melawan tekanan jual asing. Untuk membuka ruang kenaikan yang lebih solid menuju area 6.550–6.600, IHSG dituntut untuk terlebih dahulu merebut kembali momentum teknikal di atas level 6.500.
Di tengah ketidakpastian makroekonomi, rotasi portofolio ke saham-saham bertaraf defensif dan emiten yang mengandalkan pemulihan konsumsi domestik dipandang sebagai langkah penyeimbang. Pelaku pasar dapat mencermati sektor ritel modern serta infrastruktur penunjang telekomunikasi yang relatif kebal terhadap fluktuasi suku bunga global.