Selain itu, investor juga mencermati rumor pembentukan badan khusus ekspor komoditas strategis melalui mekanisme satu pintu.
Isu tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi intervensi harga komoditas yang dapat menekan margin emiten batu bara, CPO, hingga mineral.
Sentimen tersebut sebelumnya turut membebani saham-saham berbasis komoditas seiring munculnya kekhawatiran terhadap potensi perubahan tata niaga ekspor.
Di sisi lain, pasar juga menunggu keputusan suku bunga acuan BI. Konsensus memperkirakan BI Rate berpotensi naik ke level 5 persen sebagai langkah menjaga stabilitas rupiah dan meredam arus keluar modal asing.
Meski demikian, suku bunga yang lebih tinggi berisiko meningkatkan cost of fund perbankan dan memperlambat pertumbuhan kredit ke depan. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.