Dari sisi teknikal, penguatan IHSG telah menembus resistance sebelumnya di kisaran 7.117–7.222. Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji, menilai kondisi ini merupakan sinyal awal perbaikan tren, meskipun konfirmasi lanjutan masih diperlukan.
"Selama IHSG mampu bertahan di atas area 7.200, peluang penguatan lanjutan tetap terbuka. Namun, potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai setelah penguatan yang signifikan," ujar Nafan Aji.
Ia menambahkan, level support baru berada di kisaran 7.117, sementara resistance berikutnya berada pada area 7.400. Di tengah penguatan pasar, risiko struktural masih perlu dicermati, termasuk defisit APBN yang meningkat menjadi 0,9 persen PDB serta ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung. Selain itu, review MSCI pada 12 Mei 2026 diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah aliran dana asing ke pasar domestik.
(Shifa Nurhaliza Putri)