Area ini menjadi support teknikal jangka pendek yang cukup krusial bagi pergerakan indeks. Apabila level tersebut gagal dipertahankan, tekanan penurunan berpotensi berlanjut ke area yang lebih dalam.
Secara teknikal, target koreksi berikutnya berada di kisaran 6.000 dan 5.936, yang merupakan level Fibonacci 2.618 dan dapat menjadi sasaran koreksi menengah.
Dari sisi struktur candlestick, pola lower high dan lower low yang terbentuk sejak awal tahun semakin menguatkan indikasi bahwa pasar sedang berada dalam tren turun jangka pendek hingga menengah.
Meski demikian, peluang rebound tetap terbuka selama IHSG mampu bertahan di area 6.85-6.900. Namun perlu dicermati, selama indeks masih bergerak di bawah kisaran 7.670-7.920, setiap kenaikan yang terjadi kemungkinan besar hanya bersifat technical rebound dalam tren penurunan yang lebih besar.
Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai, pada Senin (16/3/2026) sikap wait and see dari investor berpotensi meningkat menjelang periode libur panjang Idul Fitri, terutama di tengah ketidakpastian sentimen global yang masih tinggi.