IDXChannel - IHSG sesi I hari ini (15/3) ditutup terkoreksi 0,92% menjadi 7.364,67. Melemahnya IHSG sejalan dengan pergerakan bursa AS yang terkoreksi akibat rilis data indeks harga produsen atau PPI di Amerika Serikat (AS).
Indeks PPI naik 0,6% MoM pada Februari lebih tinggi dari konsensus yakni 0,3% yang diperkirakan oleh ekonom dari survei Reuters.
"Penjualan ritel AS tumbuh lebih rendah dari ekspektasi pada Feb-24 yang hanya tumbuh 0,6% MoM dibandingkan dengan konsensus pasar sebesar 0,8% MoM," tulis riset harian Panin Sekuritas, siang ini.
Di samping itu, jumlah klaim pengangguran di AS mencapai 209 ribu yang berakhir 9 Maret, di bawah jauh dari konsensus yakni 218 ribu klaim.
"Dari dalam negeri rilis data perdagangan Indonesia, tercatat surplus perdagangan menyempit tajam menjadi USD0,87 miliar (USD870 juta) pada Februari 2024 (Februari 2023: USD5,4 miliar) dan jauh di bawah perkiraan pasar sebesar USD2,32 miliar yang menjadikan surplus perdagangan terendah sejak Mei lalu karena ekspor menyusut, tapi impor melonjak," menurut riset tersebut.
Indeks sektoral ditutup mayoritas melemah pada sesi I. Salah satu pelemahan terdalam dicatatkan oleh sektor basic industries sebesar 1,36% dan sektor keuangan terkoreksi 1,01 persen.
"Pelemahan sektor basic industry ini disebabkan oleh aksi profit taking dari saham-saham konglomerasi, seperti BRPT dan TPIA. Sementara koreksi sektor keuangan seiring dari jadwal pembagian dividen big banks, seperti BBRI dan BBNI," jelasnya.
Sedangkan penguatan tertinggi tercatat pada sektor transportasi dan logistik sebesar 1,34% seiring dari sentimen menuju hari raya Idul Fitri yang akan menguntungkan para emiten transportasi.
Nilai transaksi perdagangan sepanjang sesi I relatif rendah yakni Rp5,98 triliun, sedikit lebih tinggi dari transaksi perdagangan Kamis (14/3) di angka Rp5,94 triliun. Dari nilai transaksi pada sesi I didominasi oleh transaksi saham perbankan besar, basic industry, serta pertambangan.
Berikut rekomendasi saham hari ini dari Panin Sekuritas:
MAHA, Closing Rp195, 2.63%, tertinggi Rp208, +ENRG, pilihan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat). Trading Beli.
(FAY)