MSCI menilai, pasar modal Indonesia masih menghadapi tantangan struktural, terutama terkait transparansi kepemilikan saham dan penilaian free float.
Sebelumnya, pada Oktober 2025, MSCI telah menggelar konsultasi pasar terkait rencana penggunaan Monthly Holding Composition Report dari KSEI sebagai referensi tambahan dalam penghitungan free float.
Namun, hasil konsultasi tersebut menunjukkan kekhawatiran investor global terhadap kurangnya transparansi struktur kepemilikan serta potensi perilaku perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu mekanisme pembentukan harga yang wajar.
MSCI menegaskan bahwa peningkatan transparansi informasi kepemilikan saham yang lebih rinci dan reliabel menjadi kunci untuk memperkuat penilaian investability pasar Indonesia.
Apabila tidak terdapat kemajuan signifikan hingga Mei 2026, MSCI akan melakukan evaluasi ulang terhadap status aksesibilitas pasar Indonesia. Risiko terburuk dari evaluasi tersebut mencakup penurunan bobot Indonesia dalam MSCI Emerging Markets Index hingga potensi reklasifikasi dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar frontier.