Kondisi tersebut diperberat oleh pelemahan rupiah, tingginya imbal hasil obligasi global, serta kenaikan harga minyak.
Mirae menilai investor masih perlu bersikap defensif meskipun valuasi saham domestik semakin menarik.
Pemulihan pasar yang berkelanjutan membutuhkan stabilisasi arus dana asing dan nilai tukar rupiah, ditambah dukungan pembelian dari investor domestik.
Secara teknikal, Mirae mencatat tekanan jual kembali mendominasi pergerakan IHSG. Level support terdekat berada di 4.969 dan 4.907, sementara resistance berada di 5.246 dan 5.326.
Tekanan terhadap pasar domestik juga berlangsung di tengah pelemahan bursa saham Asia.