BRI Danareksa Sekuritas menilai pelaku pasar saat ini mencermati meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah setelah kelompok Houthi menyerang kapal tanker Saudi di Laut Merah. Di saat yang sama, Amerika Serikat dan Iran masih belum menunjukkan tanda-tanda menuju meja perundingan.
Situasi tersebut mendorong harga minyak Brent melonjak lebih dari 6 persen hingga mendekati USD100 per barel, memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi global dan meningkatnya tekanan inflasi.
Di dalam negeri, fokus investor juga mulai beralih ke musim rilis laporan keuangan emiten semester I-2026 yang diperkirakan menjadi katalis utama pergerakan saham dalam jangka pendek.
Secara teknikal, BRI Danareksa memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 6.200 dan resistance 6.400.
Selama indeks mampu bertahan di atas area support, peluang melanjutkan tren penguatan masih terbuka, meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi akibat ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga minyak dunia.